Posted by : Erick Elfrada Sinurat Jumat, 27 Juli 2012



Menjual perusahaan game dengan reputasi terbaik di dunia ternyata tidak semudah membalik telapak tangan.

Hal ini dialami Vivendi ketika perusahaan ini ingin menjual anak perusahaannya, Activision Blizzard yang notabene merupakan perusahaan game dengan keuntungan terbesar di 2011.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Vivendi mempertimbangkan opsi lain untuk mendapatkan kucuran dana yang dibutuhkannya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Vivendi merupakan perusahaan konglomerasi dunia yang saat ini mengalami masalah keuangan. Mulai dari tidak terpenuhinya target  keuntungan hingga hutang yang terus bertambah.
Oleh karena itu, beberapa saat lalu Vivendi memutuskan untuk menjual anak emasnya di bidang game, Activision Blizzard - perusahaan game yang menelurkan game populer World of Warcraft dan Diablo III - demi mendapatkan dana baru.

Walaupun sempat digosipkan Microsoft ingin mencaplok perusahaan tersebut, ternyata kenyataannya tidak semanis gosip.
Tidak banyak perusahaan lain yang ikut serta dalam penawaran Activision Blizzard. Tingginya harga yang ditawarkan Vivendi serta beragam alasan lain membuat saham perusahaan game termahal ini hanya ditawar setidaknya sekitar 12 persen saja.

Sangat jauh dari target Vivendi yang mengharapkan dibelinya 61 persen saham Activision Blizzard oleh  perusahaan lain.
Oleh karena itu, Vivendi akhirnya mempertimbangkan untuk membuka penawaran untuk  anak perusahaannya yang berkutat di bidang telekomunikasi, Global Village Telecom (GVT).

Melalui penjualan tersebut, Vivendi berharap dapat menguangkan sekitar 8,59  miliar hingga 10,42 miliar (sekitar Rp 81,08 triliun hingga Rp 98,36 triliun).

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

^^Find Me^^

^^Translate^^

^^Arsip Blog^^

^^God Enel^^

^^God Enel^^
My Favorite Anime Character

- Copyright © Elfrada.com - You'll Get it Here-|-Robotic Notes-|-Powered by Blogger -|- Designed by Erick Elfrada -